Jumat, 07 November 2014

Buat Ku Percaya Yaa Allah.

waktu terus-terus berjalan, rasa pun terus-ters berganti, detik memang tak akan pernah kembali ke titik awal ia berhenti dengan waktu yang sama, mungkin apa yang telah ku buang tak akan pernah kembali, ku tarik nafas demi nafas melihat lurus kedepan dengan satu object, entah sampai kapan aku terus berhenti, tanpa meju untuk berjalan, kurasa begitu berat kaki ini melangkah, bukan karna ku takut tapi karna ketidak yakinan ku.


Tuhan ku mohon buat aku percaya akan semua ini melihat apa yang sebenarnya terjadi, ku berharap ini adalah sebuah mimpi, yaa hanya mimpi yang ketika ku terbangun ini akan kempali pada titik sempurna, Namun apa yang ku lihat bukanlah sebuah mimpi, aku melihat seorang teman berada di atas pelaminan dengan Ia yang dulu seharusnya berada di atas sana bersama ku.


Tak ada rasa menyesal sedikitpun di dalam hati ini, yang ku fikirkan benar kata orang " Jodoh tidak akan kemana, meskipun ku kejar sampai kapan pun bila bukan jodoh yaa tak akan bisa berjalan.


Ku untai senyuman termanisku ku langkahkan kaki ku untuk mengucapkan selamat pada mereka, terus kuberjalan bertemu orang tua mereka terlebih dahulu ku dengan ucapan maaf dan terimakasih dari Orang tua Mantan kekasih ku dulu, ku ucapkan "Ia selamat Bu", sembari kucium tangannya entah mengapa ada rasa sedih aku tak bisa menjadi anak orang sehebat dia, rangkulannya cukup kuat lalu segera ku lepaskan ku tak ingin ia terus bersedih, lalu ku ucapakn selamat itu pada mantan kekasih ku, tak lama ku ucapakan selamt pula pada teman ku itu, kulihat Raut sedih pada wajahnya, dengan tenang ku ucapkan Allah tak pernah salah memberi mu jodoh sayang, tak perlu menyesal atau merasa bersalah.



Aku tak perlu berlama-lama berada disana, ku segera pulang karna aku tak ingin mendengar celotehan orang lain yang tak benar adanya, dalam perjalanan pulang tak ada penyesalan aku datang, itu wujud kalau aku sangat merestui mereka, sembari ku pikirkan yaa Allah ini kah jawaban dari setiap Istigharah ku, terus ku tersenyum dan berkata dalam hati, " Terima Kasih Allah kau buat ku percaya bahwa setiap apa yang kau tulis dan kau gariskan adalah benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar