Kali ini saya ingin menceritakan tentang cinta saya sendiri,
Di Islam memang tak ada kata Pacaran dan Pacaran Dosa, pake banged Dosanya, Maafin yaa yaa Allah, Insya Allah sudah mau kelar kok masa pacaranya, Doakan lancaar yaah Amiin,,,
Saya berhubungan dengan orang yang akan menjadi suami saya kurang lebih 24 bulan atau 2 tahunan lah yaa, jangan pernah berfikir kisah cinta ku seperti apa yang kutulis, jenjenggg itu cuma rekayasa kata, lalu apa yang kami lakukan selama 2 tahun sama-sama, please don't Negative thinking, kita jalan sama-sama selalu di temenin sama temen-temen yang lain intinya gak jalan berdua yaah, ketemu tiap hari ? iya banged 1 kampus, 1 jurusan dan 1 kelas bisa kebayangkan, and than pernah berantem ? boong klo berhubungan gak berantem sering banged but hebatnya kita kalo lagi berantem gak kaya orang berantem jadi tetep kaya temen bgd,bgd, terus gimana di kampus ? biasanya kita tu 1 kelompok bareng jd lebih banyak waktu di jalan di gunain buat kerja kelompok atau sharing about new Lecture jadi gak ada macem-macem.
Sudah yaa cerita tentang pacaranya, saya mau cerita siapa dia yang membuat saya yakin ingin mengakhiri masa main-main saya kejenjang yang lebih nyata di depan sana, Ia bernama Ridho Kahfi saputra anak Ke 7 dari 8 bersaudara, banyak yaah ia banyak, Alhamdulillah ia dari keluarga Hebat yang membuat dirinya makin hebat, ia orang yang mungkin bila kamu belum mengenalnya kamu akan berfikir ini anak paling songong, jutek, judes, seenaknya gak punya bibir buat senyum dan apalah, BUT...... itu semua salah, ia adalah orang yang pertama saya kenal saya berfikir sama seperti yang diatas, percaya gak percaya ini jujur, dulu sempet berfikir oh Migooot gak bgd ama ni anak selengean, tapi ternyata Hati berkata lain, anak selengean itu ternyata sosok Imam yang baik, Guru yang hebat dan kakak yang paling penyayang, percaya atau gak dia kadang mengangap aku seperti adiknya, ngomong ceplas ceplos gak mikir perasaan orang, tadinya sakit hati tapi sekarang itu yang benar-benar ku dengarkan menjadikan ku sosok yang lebih baik, ( bukan kata ku loh ini kata orang tua saya ).
lanjut yaah, ini sedikit cerita tentang betapa hebatnya dy mengajarkan saya , " Minggu tanggal 09 November 2014 kami sedang berkumpul di rumah saya ( saya, ridho yayank, istri yayank ) di tengah pembicaraan istri yayank butuh pekerjaan lalu saya tanya pada adik ku dan ia jawab ada tapi di daerah Kuningan, yayank bilang terlalu jauh, karna mulutku ini yang gak bisa di rem aku ngomong seenaknya yaa saya aku ini ucapan yang sangat-sangat buruk, tapi ridho diam saja, sampai yayank mengklarifikasi semuanya, lama-lama berbicara yayank pun pulang , lalu lima menit kemudian rido bilang keluar yuk sebentar aja, waktu itu jam 8 malam ku diam aja selama di jalan lalu ridho bilang " kamu kalo bicara sama siapapun jangan sembarangan yayank tu sudah berumah tangga, kamu seharusnya bisa jaga wibawanya itu istrinya loh, bukan lagi pacarnya jadi kamu harus tau pada siapa kamu bicara dan bagaimana kamu bicara dalam kondisi apapun, dan siapa pun kamu gak boleh ngomong kaya gitu " , hal yang buat aku diem tertunduk adalah cara dia menyampaikan ia tidak mau marah atau tegur aku di rumah karna ia tau ada orang tua ku, dan ia gak mau aku malu karna ia negur aku, andai bisa ada video pada saat itu cara bicaranya sanga halus mungkin takut menyinggung, dan baru di terangkan setelah agak jauh dari rumah, Itu lah sedikit cara hebat dy untuk mengajarkan saya, mungkin terlihat biasa saja tapi bila kamu tau arti itu lebih dalam dari apapun.
Terima kasih Ridho Kahfi saputra atas semua pembelajaran hidup yang baik selama ini, Doakan aku bisa menjadi Madrasah yang baik untuk anak-anak kita kelak, Semoga Allah selalu memberikan kita rizki yang baik pula untuk mengapai setiap Impian, Terimakasih Pak you're my Lovelly Bear :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar