Hampir setiap hari aku menggunakan mukena itu untuk sholat, tapi entah mengapa hari ini aku seperti sangat merindukan mukena itu, terus kukenakan sampai ku tersadar, Masya Allah aku baru saja benar-benar melakukan sholat dengan hati ku, dengan perasaan cinta yang mendalam terhadap Allah SWT, masih terus airmataku terbuang, teringat saat aku hanya melakukan itu karna sebuah kewajiban umat Muslim bukan karna aku benar-benar ingin melakukanya.
Terus kubaca lantunan ayat-ayat Al. Quran pada Handphone ku, hingga Tengah malam tak ada rasa panas atau lelah, terus ku baca surat kesayanganku AR-Rahman dan Al-Waqiah, ku baca satu demi satu ayat sambil kuresapi makna kandungannya, Yaa Allah betapa besar karuniamu, bagaimana aku bisa menuntut banyak hal pada mu sementara selama 23th aku hidup baru 1 hari ini aku benar-benar merasa ikhlas dan serius menghadapmu.
Airmata ku masih terus berjatuhan entah sudah seberapa banyak yang menetes ke atas mukenaku hingga sudah tersa basah, tepat pukul 01:00 ku akhiri bacan ku dan terlelap di atas sajadah,
Pukul 05:00 pagi kudengar suara sayup-sayup alarm handphone ku berbunyi, Masya Allah sudah subuh rupanya, heemmh yaa Allah aku tidur di atas sajadah, masih menggunakan mukena pula, ku buka mukenaku kemudian turun kebawah utnuk mengambil Whudu, yaa Allah sembab sekali mata ini, Sungguh hebat kuasamu yaa Allah hanya dengan ucapan satu baris kau buat umatmu, tersungkur kehadapan mu.
Aku lalu membersihkan diri dah Sholat Subuh, entah mengapa perasaan ini sungguh tenang kali ini, tak ada lagi kesedihan, hanya ada rasa tenang dan damai pada diri ini sampai ku akhiri salam akhirku untuk subuh pagi ini, dengan senyuman.
Terimakasih Yaa Rabb kau telah membuat Isya ku menjadi obat penenang jiwa yang sangat hebat, obat ku kembali menjatuhkan diri dan sujud kepadamu, membuat aku mengerti bahwa diri ini masih berdiri di atas tanah, maka tak ada gunanya aku terus bersedih, justru aku harus melanjutkanya karna ucapan sebait dapat merubah seseorang seumur hidup.
Terimakasih
Allah yang maha pemura lagi maha penyayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar