Hari demi hari berlanjut, waktu terus berputar sampai kesibukan untuk hari pernikahan adik ku pun sudah dimulai, Jujur aku benar-benar menyiapkan seluruhnya tanpa ada orang yang tahu bahwa hati ini sangat lah sakit, hampir setiap malam sebelum tidur aku menangis, menanyakan kepada tuhan mengapa ? mengapa harus aku ?, namun aku tetap diam tetap tenang dan biarlah hanya tuhan yang tahu kesakitan ku ini.
waktu pernikahan pun di mulai saya sangat bersemangat, menunjukan kepada adik ku kalau saya baik-baik saja dan akan menerima semua ini, 21 Juni 2014 mereka resmi menikah, ingin ada air mata tapi tak setetespun aku jatuhkan, tidak ada resepsi untuk ini semua berjalan sesederhana mungkin, dan berjalan dengan hikmat.
16 Agustus 2014 adik ku menjalankan resepsi pernikahanya, yaa cukup lama memang karna harus terputus karna ada Ramadhan dan perayaan idul fitri, Pada saat itu seseorang yang selama ini aku harapkan untuk menyakinkan keyakinannya berkata pada ku " Bagaimana jika kita Tunangan ? " perasaan bahagia muncul di hatiku, seakan - akan ada titik cerah dan cahaya yang memberikan ku kehidupan, aku sangat bersemangat rasa syukur ku panjatkan kepada tuhan, Akhirnya Yaa Allah, Ku katakan ini kepada orang tua ku dan mereka sangat bahagia.
hari demi hari kami jalani dengan membicarakan ini, tapi tidak ada sama sekali semangat dan ketertarikan yang ku lihat dari wajah orang yang sangat kucintai, sampai dia bilang " keluarga ku lebih setuju bila kita menikah langsung dari pada tungangan " aku fikir itu adalah hal yang jauh lebih baik, aku tak meminta apapun aku hanya ingin HALAL agar kami di ridhoi Allah,
sampai akhirnya aku membantunya untuk membeli cincin dan itu ku beli dengan uang tabungan ku aku takut membebaninya jadi kubantu dia, tetapi hal yang mengejutkan terjadi saat dy bilang " orang tua ku belum tau rencana ini ", WHAT aku tersentak aku sudah membicarakan ini pada orang tua ku dan ia bilang ini belum di bicarakan, seakan - akan berada dalam ombang ambing ketidak pastian aku sangat sedih, dan akhirnya dia berkata lewat bbm " Kamu masih bisa sabarkan ? " aku jawab iya " sayang bagaimana kalau kita menunggu selesai kuliah dan sukses dulu ? " bagaikan tersambar petir hati ini terombang ambing, Asstaghfirulloh hal adzim bagaimana aku bisa sembunyi yaa Allah, bagaimana membicarakan ini pada Ayah dan ibu ku.
sampai akhirnya kami memutusakan untuk membicaakan ini, lalu ia bilang kamu tunggu 6 bulan lagi yaah aku mau cari rizki lebih, aku bilang aku akan menunggu, dan hari demi hari aku jalani, dan sampai sekarang belum ada pembicaraan apapun, bahkan ia terus mencari-cari alasan untuk tidak membicarakan ini, sedangkan orang tua ku terus bertanya.
ALLAH, apakah ini adalah sebuah kesulitan ? apakah ia bukan jodoh ku ? apa aku harus terus menunggu dalam penantian yang tiada berakhir ? rasanya hati ku sudah sangat ingin pergi - pergi menjauh dan meninggalkan segala ketidak pastian ini.
Semoga Allah memberiku jalan yang terbaik, dan membukakan setiap pintu hati agar dapat ikhlas, meski akhirnya aku tak bisa bersama dengan dia yang sangat kucintai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar